Kita bersyukur karena boleh kembali berada dalam satu persekutuan ibadah. Ada banyak alasan sebenarnya untuk tidak datang: lelah setelah bekerja, urusan rumah yang belum selesai, anak-anak, dan berbagai kesibukan lainnya. Namun puji Tuhan, malam ini kita memilih hadir.
Firman Tuhan dalam Mazmur 133 mengingatkan kita tentang nilai sebuah persekutuan. Daud berkata:
“Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun.”
Persekutuan yang Baik dan Indah Bukan Soal Kuantitas Firman Tuhan tidak sedang berbicara tentang berapa banyak orang yang hadir, tetapi tentang kualitas persekutuan. Kita bersyukur jika ibadah dihadiri banyak orang, itu baik. Tetapi yang lebih penting adalah apakah persekutuan itu berkualitas di hadapan Tuhan?
Banyak komunitas di luar sana, terutama di kalangan anak muda. Namun tidak semua komunitas disebut “baik dan indah” oleh Tuhan. Standar “baik dan indah” bukan menurut manusia, tetapi menurut pandangan Tuhan.
Standar Tuhan: Diam Bersama dengan Rukun. Firman Tuhan menegaskan apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun. Apa artinya? Artinya ada kesehatian, ada kekompakan, ada kedamaian dan keharmonisan. Ada kasih yang mengikat satu sama lain
Persekutuan yang rukun bukan berarti tidak pernah ada perbedaan, tetapi mau menjaga hati, mau saling mengampuni, dan mau membangun satu sama lain.
Kiranya persekutuan kita malam hari ini bukan hanya sekadar bertemu, saling sapa, lalu pulang, tetapi sungguh-sungguh menjadi persekutuan yang baik dan indah di hadapan Tuhan.
Persekutuan yang Rukun Menjadi Wadah Berkat. Ayat 3 berkata: Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.
Ke mana Tuhan memerintahkan berkat? Ke tempat persekutuan yang baik dan indah dan ke tempat di mana umat-Nya diam bersama dengan rukun. Persekutuan yang kita bangun hari ini adalah wadah. Jika wadah itu disiapkan dengan baik, Tuhan sendiri yang akan mengisi dengan berkat-Nya. Kalau Tuhan sudah memerintahkan berkat, tidak ada yang bisa menahannya.
Ibadah Bukan Rutinitas, Tapi Wadah Berkat. Sering kali kita menganggap ibadah hanya rutinitas. Datang karena kebiasaan. Padahal firman Tuhan mengajarkan bahwa ibadah adalah tempat kita membangun kehidupan rohani dan menerima berkat Tuhan.
Karena itu firman Tuhan mengingatkan kita dalam Ibrani 10:24–25 “Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita… tetapi marilah kita saling menasihati.
Di dalam persekutuan kita saling menguatkan, kita saling mendoakan, kita saling menasihati dan kita bertumbuh bersama secara rohani. Itulah sebabnya Tuhan memerintahkan berkat di dalam persekutuan.
Persekutuan yang Berkualitas Harus Diusahakan Bersama. Persekutuan yang baik dan indah tidak terjadi dengan sendirinya dan bukan hanya tugas gembala, majelis, atau pelayan, tetapi tanggung jawab kita semua.
Ada yang sakit, kita kunjungi dan doakan. Ada yang lemah, kita kuatkan. Ada yang kecewa, kita belajar mengampuni. Inilah persekutuan yang Tuhan kehendaki. Tidak percuma kita berkumpul hari ini. Tidak sia-sia kita beribadah. Karena di persekutuan yang rukunlah Tuhan memerintahkan berkat.
Mari kita bangun persekutuan yang berkualitas, bukan hanya karena ramai dan bukan hanya karena rutinitas. Tetapi baik dan indah di hadapan Tuhan. Kiranya melalui setiap ibadah dan persekutuan yang kita jalani, hidup rohani kita bertumbuh, dan kita menikmati berkat Tuhan yang berlimpah.
Pdm Claudia Kezia Waworuntu, Ekklesia Family Fellowship - Kel Kolompoy Montolalu 030326


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima Kasih dan Tuhan Yesus Memberkati Saudara !