Jadikan Doa Dan Puasa, Menjadi Standar Rohani Kita - Swara Ekklesia

Breaking News


Cari Blog Ini

Senin, 09 Februari 2026

Jadikan Doa Dan Puasa, Menjadi Standar Rohani Kita


Matius 17:21  [Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa.]"

Berdoa dan berpuasa hanya karena program, tetapi jadikan doa puasa itu sebagai gaya hidup rohani orang-orang percaya. Karena ketika doa dan puasa itu hanya program, maka kita akan sulit mengikutinya.


Identitas adalah prioritas itu penting. Murid Yesus itu jelas identitasnya yaitu murid Yesus. Namun Yesus mau berdoa dan berpuasa harus menjadi standar rohani murid-murid-Nya. Berdoa dan berpuasa bukan mengejar berkat Tuhan, tetapi berdoa dan berpuasa menjadi tanda kita berserah kepada Tuhan.


Kuasa berdoa dan berpuasa harus menjadi bagian kita. Identitas murid Yesus itu jelas, namun Yesus mau standar rohani mereka harus meningkat. Kekuatan berdoa dan berpuasa akan terus memampukan kita.


Kenapa murid-murid-Nya gagal dalam menyembuhkan orang yang sakit ayan ? Yesus katakan, "karena mereka kurang percaya".

Matius 17:19-20, 19 Kemudian murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: "Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?" 20 Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, — maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.


Jangan sampai kita berkata sekian lamanya kita berdoa dan berpuasa tapi belum ada jawaban, oleh sebab itu iman dan percaya kita harus di perbesar kepada Tuhan. Iman jangan dikalahkan oleh gunung-gunung permasalahan.


Ketika Kita percaya kepada Tuhan, kita akan biarkan kuasa Tuhan bekerja dengan bebas atas kita. Akan banyak tawaran dalam hidup kita untuk melepaskan Tuhan, namun ketika iman dan percaya kita kuat didalam Tuhan, maka kita tidak akan digoyahkan.


Apa kaitan kegagalan murid-murid Yesus ?

1. Karena berdoa dan berpuasa akan membentuk setiap iman kita.

Waktu kita berdoa dan berpuasa maka iman kita harus meningkat kepada Tuhan. Ada banyak pertolongan dalam hidup kita, namun walaupun Tuhan belum menolong, jangan kita menuntut Tuhan. Tapi tingkatkan level berdoa dan berpuasa, iman dan percaya kita.


Dalam berdoa dan berpuasa, Tuhan ijinkan masalah itu datang, itu menguji kita apakah kita tetap mengandalkan Tuhan. Ketika kita percaya mujisat, maka kita akan kecewa. Tapi percayalah kepada Tuhan yang empunya mujisat itu.


Mengapa berdoa dan berpuasa menjadi sarana membentuk iman kita ? 

Iman perlu disertai tindakan

Yakobus 2:17, 22, 17 Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati. 22 Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.


Bukti kita beriman, kita berdoa dan berpuasa. Bukti kita berdoa dan berpuasa, karena kita memiliki iman. Berdoa dan berpuasa akan membuat iman kita semakin naik kepada Tuhan. Bentuk terus iman kita dan tetap percaya kepada Tuhan.


Kita seringkali berdoa, namun kita mau jawaban Tuhan seperti yang kita inginkan. Namun sebaiknya ketika kita berdoa, kita serahkan dan bebaskan kuasa Tuhan yang bekerja. Sehingga jawaban yang kita inginkan, Tuhan akan menjawab sesuai waktu Tuhan yang terbaik. 


Kenapa berdoa dan berpuasa dikaitkan dengan roh jahat ?

Perkuat roh kita.

Efesus 6:12  karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.


Efesus 6:11  Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; 


Jangan sampai kita gagal karena kita tidak mengenakkan perlengkapan senjata Allah. Berdoa dan berpuasa merupakan perlengkapan senjata Allah. Perkuat roh kita dengan doa dan puasa, agar kita dapat mengalahkan tipu muslihat iblis.


Berdoa dan berpuasa harus membangkitkan roh kita. Doa dan puasa mematikan hidup kedagingan kita, namun doa dan puasa akan membangkitkan hidup rohani kita. Doa dan puasa jangan hanya karena percaya mujisat, tetapi percaya kepada Tuhan.


Bangkitkan iman dan percaya kita kepada Tuhan, jangan mengejar mujisat itu, tetapi kejarlah perkenanan Tuhan. Kalau identitas kita jelas, maka doa dan puasa akan menuntun kita, bukan menuntut kita. Tetaplah beriman dan percaya kepada Tuhan, sekalipun perjalanan hidup kita penuh linangan airmata.


Pdm Claudia Kezia Waworuntu, Ibadah Minggu Raya 080226

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih dan Tuhan Yesus Memberkati Saudara !

Post Bottom Ad

test banner