Kita akan belajar dari kehidupan Daniel. Sejak Sekolah Minggu kita mengenal kisah Daniel di gua singa. Namun, di balik kisah itu ada pelajaran yang sangat penting, yaitu bahwa prioritas akan membentuk kualitas hidup seseorang.
Ketika seseorang mengutamakan Tuhan, kualitas hidupnya akan berbeda. Sebaliknya, apa yang kita prioritaskan akan menentukan siapa kita. Apa pun yang sedang menarik perhatian dunia, jangan sampai menggeser posisi Tuhan dalam hidup kita.
Kualitas Ditentukan oleh Prioritas, Daniel tetap berdoa tiga kali sehari walaupun ia tahu ada surat perintah yang melarangnya. Ia sadar konsekuensinya adalah gua singa. Tetapi ia tetap melakukan apa yang biasa ia lakukan.
Artinya, ketika prioritas kita diuji, identitas kita akan terlihat. Prioritas kita kepada Tuhan akan menentukan kualitas iman kita.
Nagaimana prioritas Daniel yang akhirnya membentuk kualitas hidupnya ?
1. Daniel Berketetapan untuk Tidak Menajiskan Dirinya (Daniel 1:8-15)
Hal pertama yang membentuk kualitas hidup Daniel adalah keputusannya untuk hidup kudus. "Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya..."
Daniel tidak hanya memprioritaskan Tuhan dalam kehidupan rohaninya, tetapi juga dalam cara hidup jasmaninya.
Ia berani mengambil keputusan yang berbeda dari kebanyakan orang. Ketika semua orang menikmati santapan raja, Daniel memilih menaati Tuhan.
Setelah sepuluh hari, Alkitab mencatat bahwa Daniel dan teman-temannya justru tampak lebih sehat dan lebih baik daripada yang lain.
Pelajarannya adalah: orang yang memprioritaskan Tuhan berani berbeda. Kekudusan membentuk kualitas hidup kita. Keputusan yang benar di hadapan Tuhan selalu menghasilkan berkat.
Mungkin hari ini kita juga harus mengambil keputusan yang berbeda dengan lingkungan kita. Tidak mudah, tetapi itulah yang membentuk kualitas hidup rohani.
2. Daniel Setia pada Apa yang Dipercayakan Tuhan (Daniel 6:5-6, Lukas 16:10)
Firman Tuhan berkata bahwa para pejabat tidak menemukan kesalahan sedikit pun pada Daniel, karena Ia jujur, bertanggung jawab dan tidak lalai. Artinya, Daniel bukan hanya hebat dalam berdoa, tetapi juga setia dalam pekerjaannya.
Kadang-kadang kita berpikir cukup setia beribadah saja. Namun Daniel menunjukkan bahwa hidup rohani dan tanggung jawab sehari-hari harus berjalan seimbang.
Yesus berkata: "Barangsiapa setia dalam perkara kecil, ia setia juga dalam perkara besar."
Apa pun yang Tuhan percayakan kepada kita hari ini, pekerjaan, pelayanan, keluarga, usaha, atau pendidikan, kerjakan dengan setia. Karena kualitas hidup dibentuk melalui kesetiaan.
3. Daniel Membangun Disiplin Rohani (Daniel 6:11)
Alkitab berkata bahwa Daniel berdoa tiga kali sehari "seperti yang biasa dilakukannya."
Perhatikan kalimat ini, Daniel tidak mulai berdoa karena ada ancaman. Ia tidak mulai mencari Tuhan karena ada masalah, tapi Ia berdoa karena itulah kebiasaan hidupnya, inilah disiplin rohani yang dilakukan Daniel.
Banyak orang datang kepada Tuhan hanya ketika ada masalah. Tetapi Daniel membangun hubungan dengan Tuhan setiap hari, baik ada masalah maupun tidak.
Karena itu, ketika ancaman datang, Daniel tetap tenang. Mengapa? Karena ia sudah memiliki hubungan yang kuat dengan Tuhan. Disiplin rohani yang terus dibangun akan menghasilkan kualitas iman yang kokoh.
Mengapa Kualitas Hidup Itu Penting? (Daniel 6:27-29)
Sesudah Daniel keluar dari gua singa tanpa terluka sedikit pun, Tuhan mengangkatnya semakin tinggi. Mengapa? Karena kualitas hidupnya sudah dipersiapkan Tuhan.
Kualitas hidup akan menentukan sampai di mana Tuhan akan membawa kita. Tuhan tidak sembarangan mempercayakan perkara besar. Seperti Yusuf yang dipakai Tuhan karena ia memiliki kualitas. Begitupun Daniel dipakai Tuhan karena ia memiliki kualitas.
Demikian juga kita, semakin kita mengutamakan Tuhan, semakin Tuhan membentuk kualitas hidup kita.
Mari bertanya kepada diri sendiri. Apakah Tuhan masih menjadi prioritas utama saya? Bagaimana kualitas doa saya? Bagaimana kualitas kesetiaan saya? Bagaimana kualitas hidup saya di hadapan Tuhan?
Masalah akan selalu ada selama kita masih hidup. Namun orang yang mengutamakan Tuhan akan memiliki kualitas iman yang berbeda.
Orang yang dekat dengan Tuhan tahu bagaimana menghadapi persoalan. Karena itu jangan menunggu masalah baru datang kepada Tuhan. Bangunlah kebiasaan mencari Tuhan setiap hari.
Ketika kita terus memprioritaskan Tuhan, kualitas hati, kualitas iman, kualitas hidup, dan kualitas pelayanan kita akan semakin bertumbuh.
Firman Tuhan tidak pernah mengecewakan orang yang mengutamakan-Nya. Selama kita mengutamakan Tuhan, Tuhan juga akan mengangkat dan memelihara hidup kita.
Ps Claudia Kezia Waworuntu (Ibadah Minggu Raya & Perjamuan Kudus 120726)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima Kasih dan Tuhan Yesus Memberkati Saudara !