Bagaimana Membangun Identitas Yang Benar ? - Swara Ekklesia

Breaking News


Cari Blog Ini

Minggu, 01 Maret 2026

Bagaimana Membangun Identitas Yang Benar ?


Ayub 1:1  Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.


Ayub memiliki identitas yang sangat jelas. Identitasnya jelas dikatakan Ayub saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Hal ini merupakan identitas yang jelas dan identitas yang benar.



Seperti apa identitas yang benar dilihat dari Ayub ?
1. Harus sesuai firman Tuhan
Ayub 1:8  Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: "Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorang pun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan."


Ayub 2:3  Firman TUHAN kepada Iblis: "Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorang pun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ia tetap tekun dalam kesalehannya, meskipun engkau telah membujuk Aku melawan dia untuk mencelakakannya tanpa alasan."


Pastikan identitas kita bukan karena pada standar dunia, tetapi pastikan bahwa identitas kita sesuai standar firman Tuhan. Jadi sebagai warga kerajaan Sorga, kita harus memiliki identitas yang sesuai standar firman Tuhan.


Identitas Ayub di apresiasi Allah, sehingga Allah sendiri yang berkata bahwa Ayub saleh dan jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ia tetap tekun dalam kesalehannya. Membangun identitas kita harus sesuai dengan firman Tuhan.


2. Memiliki Tuhan, bukan karena memiliki apa-apa.
Ayub 1:9  Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: "Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Allah? 

Ketika kita tidak punya apa-apa, itu merupakan titik terendah dalam setiap hidup kita. Sehingga dari sana iblis bisa menggunakan cara itu untuk menjauhkan kita dari Tuhan.


Jangan bangun identitas rohani kita menurut standar dunia, yang selalu menawarkan kemewahan keindahan dunia. Namun bangun identitas kita sesuai standar firman Tuhan, maka apapun yang terjadi kita kuat bersama Tuhan.


Identitas yang benar tidak berbicara kita punya apa-apa, tetapi identitas yang benar adalah siapa yang kita punya. Ayub tidak kehilangan iman sedikitpun walaupun dia kehilangan semuanya.


Ayub 2:9-10
9 Maka berkatalah isterinya kepadanya: "Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!"
10 Tetapi jawab Ayub kepadanya: "Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.


Istri seharusnya menjadi tiang doa bagi Ayub dan keluarga. Tetapi istri Ayub berbeda, malah menyuruh Ayub mengutuk Tuhan. Tapi Ayub sadar semua yang dimilikinya semua dari Tuhan.


Bagaimana kita membangun identitas yang benar ?
1. Bertahan ditengah badai
Ayub 40-1 Maka dari dalam badai TUHAN menjawab Ayub:

Tuhan menjawab Ayub dari dalam badai. Ternyata ketika identitas kita tidak kuat atau rapuh, maka ketika ada badai dalam hidup kita, banyak dari kita keluar tinggalkan Tuhan.


Tetapi ketika identitas kita kuat, maka sekalipun ada dalam badai, maka kita tetap bersukacita karena kita tahu bahwa badai itu untuk memperkuat identitas kita dengan Tuhan.


Jadikan badai itu untuk membentuk identitas kita semakin jelas kepada Tuhan. Dititik terendah kita, didalam badai sekalipun, pastikan identitas kita kuat bahwa identitas kita semakin dibentuk karena adanya badai itu.


Jangan samakan cara berpikir Tuhan dengan cara berpikir kita. Jangan tinggalkan identitas kita yang benar kepada Tuhan, hanya karena badai. Ayub bertahan dalam badai, karena identitasnya jelas kepada Tuhan.


2. Alami peningkatan rohani
Ayub 42:5  Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.


Berusaha mengalami peningkatan rohani. Tingkatkan iman kita, dari sebelumnya hanya mendengar tentang Tuhan tetapi alami pengalaman kita sendiri dengan Tuhan.


Jangan jadi penonton melihat peningkatan rohani orang lain, tetapi alami sendiri peningkatan rohani kita bersama Tuhan. Mengalami peningkatan secara rohani dalam hidup kita, itu merupakan kerinduan Tuhan.


Peningkatan rohani itu "tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau", ini merupakan pengalaman bahwa kita sendiri mengalami Tuhan secara pribadi. Membangun identitas yang tepat didalam Tuhan, alami peningkatan rohani kita.


Ayub 42:10  Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu.


Apa yang hilang dari hidup kita, asalkan identitas kita jelas dan benar dihadapan Tuhan, Tuhan mampu memulihkan. Identitas yang jelas dan benar tidak menjamin tidak akan mengalami badai, tetapi ketika kita terus bangun identitas yang jelas dan benar dihadapan Tuhan, sekalipun dalam badai kita tetap mengalami pertolongan Tuhan.


Identitas adalah prioritas, yaitu identitas yang jelas dan benar dihadapan Tuhan. Tuhan tetap menolong dan tak akan pernah meninggalkan kita. Walaupun dalam lembah kekelaman, Tuhan bersama kita. Dalam badai jangan menyerah, bersama Tuhan pengharapan kita kekal.

Pdm Claudia Kezia Waworuntu (Ibadah Minggu Raya & Perjamuan Kudus GPdI Ekklesia Ministry Sorong 010326)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih dan Tuhan Yesus Memberkati Saudara !

Post Bottom Ad

test banner