Pengkhotbah 12:8 Kesia-siaan atas kesia-siaan, kata Pengkhotbah, segala sesuatu adalah sia-sia.
Sia-sia diartikan bahwa tidak berarti apa-apa. Segala sesuatu adalah sia-sia, maka pertanyaannya apa yang selama ini kita kejar ? Jika semuanya sia-sia. Hikmat yang kita kejar juga semuanya sia-sia.
Pengkhotbah 3:1 Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya.
Ternyata segala sesuatu ada waktu dan masanya. Oleh sebab itu janganlah kita berfokus pada sesuatu yang bernilai sia-sia.
Namun ternyata ada satu bagian yang tidak sia-sia !
- Persekutuan dengan Tuhan tidak sia-sia.
1 Korintus 15:58 Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.
Dalam kitab Pengkhotbah dikatakan segala sesuatu sia-sia, tetapi Rasui Paulus berkata jika kita ada dalam persekutuan dengan Tuhan, jerih payah kita tidak sia-sia, malah kita akan mendapatkan berkat.
Hikmat, kekayaan dan lainnya semua sia-sia, tapi persekutuan dengan Tuhan tidak akan sia-sia. Persekutuan kita dengan Tuhan akan menentukan nilai apa yang akan kita terima. Persekutuan dengan Tuhan butuh komitmen
Apa saja yang kita butuhkan dalam persekutuan dengan Tuhan ?
1 Korintus 15:58 Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.
1. Berdiri teguh
Kenapa berdiri teguh? Karena persekutuan dengan Tuhan, bukan hanya berkaitan dengan berkat tetapi kita akan mengalami hal-hal yang sulit. Oleh sebab itu berdirilah teguh didalam Tuhan.
2. Jangan goyah.
Karena tidak sedikit orang percaya yang memilih meninggalkan Tuhan, hanya karena mereka tidak cukup kuat didalam Tuhan. Iman mereka goyah karena tidak kuat dengan hal-hal yang sulit itu.
3. Giatlah selalu
Persekutuan dengan Tuhan membutuhkan keintiman yang dalam dengan Tuhan. Bagaimana dapat dikatakan kita bersekutu dengan Tuhan, jika kita tidak giat dalam persekutuan dengan Tuhan. Giat berarti terus menerus atau selalu ada dalam persekutuan dengan Tuhan.
Ketika kita melakukan ketiga hal ini, maka itu yang dikatakan persekutuan dengan Tuhan tidaklah sia-sia. Disaat kita ada dalam kondisi hidup yang baik-baik saja, kita mudah berkata bahwa kita dapat melakukan ketiga hal ini.
Namun bagaimana ketika hidup kita ada didalam pencobaan, masalah yang datang silih berganti, tetapi apapun yang kita hadapi, kita haruslah tetap berdiri teguh, jangan goyah dan selalu giat dalam persekutuan dengan Tuhan. Orang yang memiliki keintiman dengan Tuhan, apapun resikonya kita akan tetap akan mencari Tuhan.
Bagaimana persekutuan itu punya nilai tidak sia-sia ?
1 Korintus 15:58 Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.
1. Jerih payah
Jerih payah kita, upaya kita didalam Tuhan tidak akan sia-sia. Jerih payah adalah segala sesuatu yang kita lakukan secara maksimal untuk Tuhan. Persekutuan dengan Tuhan menjadi tidak sia-sia, ketika kita berjerih payah, pengorbanan atau kita bayar harga untuk bersekutu dengan Tuhan. Ketika ada jerih payah maka disitulah tidak ada kesia-siaan.
2. Kualitas bukan kuantitas
Matius 18:20 Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."
Persekutuan yang tidak sia-sia, jika kita meletakkan persekutuan dengan Tuhan bukan soal jumlah (kuantitas) tetapi terletak pada kualitas. Ukurlah sampai dimana persekutuan kita dengan Tuhan sampai saat ini.
Karena Tuhan hadir dalam persekutuan kita, bukan terletak pada seberapa banyak orang hadir. Tetapi kualitas hidup kita menentukan kehadiran Tuhan dalam hidup kita. Agar persekutuan dengan Tuhan memiliki standar yang benar, maka hadirkan Tuhan. Tetapi imani bahwa kehadiran Tuhan bukan karena kuantitas tetapi kualitas.
Pengkhotbah 12:13-14, 13 Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang. 14 Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat.
Jadi pada akhirnya apapun jenis kesetiaan kita, ketaatan kita dan setiap perbuatan kita dalam persekutuan dengan Tuhan, semuanya akan dibawa ke pengadilan
Apa untungnya ketika kita kerjakan yang tidak sia-sia ?
Ibrani 11:6 Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.
Kolose 3:23-24, 23 Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. 24 Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.
Ternyata setiap kita dan apa yang kita lakukan dalam persekutuan dengan Tuhan, ketika kita melakukannya seperti untuk Tuhan dan terus mengerjakan hal-hal yang berkenaan kepada Tuhan, maka akan ada upah yang akan kita terima.
Pdm Claudia Kezia Waworuntu (Ibadah Minggu Raya 130926)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima Kasih dan Tuhan Yesus Memberkati Saudara !