Roh Kudus merupakan salah satu dari Tri Tunggal Allah, oleh sebab itu Roh Kudus haruslah benar-benar kita alami.
Yesus melarang murid-murid Nya agar tetap tinggal atau jangan meninggalkan Yerusalem. Jika Yesus berkata melarang, maka itu merupakan sesuatu yang sangat penting. Sesuatu yang di larang merupakan bagian yang penting.
Yesus melarang murid-murid Nya agar tidak meninggalkan Yerusalem, ternyata di Yerusalemlah mereka akan menerima janji Bapa yaitu Roh Kudus. Yerusalem menjadi titik awal Yesus melakukan sesuatu yang besar.
Kenapa Yesus melarang meninggalkan Yerusalem ?
1. Yerusalem adalah pusat untuk melihat janji Tuhan (Yerusalem adalah hati kita).
Kisah Para Rasul 1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."
Yerusalem di ibaratkan hati kita. Karena bagian terpenting dalam hidup kita adalah hati, karena hari merupakan central hidup kita. Posisi hari kita adalah titik awal Tuhan berbuat sesuatu yang besar pada kita.
Bilangan 12:3 Adapun Musa ialah seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi.
Musa tidak punya talenta, sehingga ia menolak pelihan Tuhan atasnya. Namun Musa memiliki hati yang sangat lembut. Jadi jika ingin melihat sesuatu yang besar Tuhan kerjakan atas kita, maka lihat sikap hati kita.
Amsal 4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
Ketika Tuhan akan berbuat sesuatu yang besar, Tuhan akan melihat sikap hati kita. Tuhan memilih Musa karena Tuhan melihat hati Musa. Jaga hati kita, karena dari hari kita Tuhan akan berbuat sesuatu yang dahsyat. Waktu kuasa Tuhan akan terjadi, Tuhan memulai dari sikap hati kita.
1 Samuel 16:7 Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."
Saat Tuhan mau memakai kita, Tuhan tidak melihat kekuatan kita, kemampuan ataupun kelebihan kita, tetapi ternyata Tuhan melihat bagaimana sikap hati kita. Kita akan sulit melihat sesuatu yang besar, jika hati kita belum dibereskan.
Bagaimana sikap hati kita? Kuasa Tuhan akan tercurah bagi mereka yang memiliki sikap hati yang benar.
2. Tempat bait Allah ada (Tempat beribadah)
Yerusalem disana ada bait Allah, oleh sebab itu bait Allah diartikan dengan tempat beribadah. Yerusalem berbicara sebagai tempat beribadah. Di gereja, kita akan melihat dan menikmati janji Tuhan. Di gereja (soal beribadah) akan menentukan apakah kita siap menerima janji Tuhan.
Keluaran 23:25 Tetapi kamu harus beribadah kepada TUHAN, Allahmu; maka Ia akan memberkati roti makananmu dan air minumanmu dan Aku akan menjauhkan penyakit dari tengah-tengahmu.
Darimana kita akan menerima janji Tuhan, ternyata adalah dari cara beribadah kita kepada Tuhan. orangnya siap menerima janji Tuhan adalah mereka yang sikap ibadahnya kepada Tuhan.
Mazmur 27:5 Sebab Ia melindungi aku dalam pondok-Nya pada waktu bahaya; Ia menyembunyikan aku dalam persembunyian di kemah-Nya, Ia mengangkat aku ke atas gunung batu.
Dimana Tuhan melindungi kita? Perlindungan kita ada di pondok Nya. Perlindungan Tuhan ada didalam rumah Tuhan. Di rumah Tuhan banyak ketersediaan berkat Tuhan. Semua promosi dari Tuhan yang luar biasa itu, ternyata ada didalam bait Allah (rumah Tuhan).
Bagi banyak orang rumah Tuhan itu terasa membosankan, tetapi mereka tidak tahu bahwa didalam rumah Tuhan, ada banyak ketersediaan berkat Tuhan.
Yerusalem merupakan tempat terpenting, Yerusalem berbicara sikap hati kita dan cara kita beribadah kepada Tuhan. tetap pelihara sikap hati kita dan jangan tinggalkan rumah Tuhan, apapun keadaan kita.
Kisah Para Rasul 1:4 Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang — demikian kata-Nya —"telah kamu dengar dari pada-Ku.
- Tuhan menyuruh mereka tinggal.
Menunggu atau menantikan sesuatu yang tidak pasti itu sangatlah membosankan. Untuk melihat janji Tuhan, kita harus menunggu. Menunggu dengan sabar janji Tuhan, itu bukanlah sesuatu yang mudah.
Ternyata dalam kurun waktu menunggu janji Tuhan, sikap atau karakter kita akan dibentuk. Apakah kita dapat dengan sabar menunggu janji Tuhan atau tidak. Jika karakter kita terbentuk dengan baik dan sabar menunggu, maka kita akan menerima janji Tuhan.
Kejadian 45:8 Jadi bukanlah kamu yang menyuruh aku ke sini, tetapi Allah; Dialah yang telah menempatkan aku sebagai bapa bagi Firaun dan tuan atas seluruh istananya dan sebagai kuasa atas seluruh tanah Mesir.
Dapatkah kita membayangkan bagaimana sikap hati Yusuf saat itu. Namun Yusuf mengerti ada momen terendah dalam hidupnya, yang diakibatkan saudaranya. Tetapi saat Yusuf ada di titik tertinggi, dia tetap menjaga sikap hatinya. Tidak heran dia menerima janji Tuhan, dan menjadi orang yang luar biasa.
Proses dalam kita menantikan dan menerima janji Tuhan, maka jangan tinggalkan Yerusalem. Karena mereka yang memiliki sikap hati yang kuat dan cara ibadah yang kuat, akan menerima janji Tuhan.
Pdm Claudia Kezia Waworuntu (Ibadah Minggu Raya 170526).


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima Kasih dan Tuhan Yesus Memberkati Saudara !